preloader
icon-1 Ayo selamatkan alam, selamatkan kehidupan

PERISAI Mangrove

Perempuan sebagai Agen dan Inisiator Pemulihan Lanskap (PERISAI) Mangrove

group-shape-1
s-shape-1
icon-1 Membangun Ketahanan Iklim Pesisir

RESTORASI EKOSISTEM

Aksi Nyata Pemulihan Hutan Mangrove Bersama Masyarakat

group-shape-1
s-shape-1
icon-1 Pemberdayaan dan Kemandirian

EKONOMI BERKELANJUTAN

Mengembangkan Potensi Lokal Lewat Pemanfaatan Hasil Mangrove yang Bijak

group-shape-1
s-shape-1
icon-1 Kolaborasi Lintas Generasi

EDUKASI LINGKUNGAN

Menanamkan Kesadaran Konservasi Sejak Dini untuk Masa Depan Pesisir

group-shape-1
s-shape-1
icon-1 Perlindungan Garis Pantai Kita

SABUK HIJAU NUSANTARA

Mengurangi Risiko Bencana dan Erosi Melalui Penanaman Mangrove Berkelanjutan

group-shape-1
s-shape-1
Join Social:
icon-2 Tentang Kami

Ruang Belajar untuk Kepemimpinan Perempuan dalam Pemulihan Lanskap Mangrove.

  • Krisis ekologi berdampak secara khas antara laki-laki dan perempuan
  • Pengetahuan lokal tentang restorasi mangrove masih tersebar dan belum diakui
  • Pengetahuan local tentang mangrove yang dilakukan perempuan lokal belum terdokumentasi
  • Penyediaan ruang komunikasi dan pembelajaran digital yang mudah diakses perempuan
  • Mengumpulkan data tentang praktik baik
  • Memperbanyak dokumentasi pengetahuan lokal perempuan
  • Amplifikasi suara perempuan di berbagai level dan kanal sosial media

0

Target Penanaman

0

Bibit Tertanam

0 ha

Luas Lahan Tertanam

0

Perempuan Pejuang Mangrove

icon-1 Perempuan Bicara

Perempuan Memimpin Restorasi

shape-8
shape-9
thumb-11
Perempuan dan Mangrove: Menjaga Akar, Meraih Hak

Indonesia menyimpan 20 persen mangrove dunia (3,44 juta hektare) yang menjadi benteng karbon biru, pelindung pesisir, dan sumber pangan bagi jutaan keluarga, dengan perempuan menyumbang lebih dari 80 persen tenaga pembibitan dan perawatan—namun ironisnya hanya memiliki 5–6 persen akses pelatihan dan 36 persen kontrol atas hasil penjualan bibit, akibat hambatan tenurial, dokumen kependudukan, dan minimnya suara di forum desa; meski begitu, regulasi baru seperti PP No. 27/2025 dan model sertifikat tanah responsif gender (3R) mulai membuka jalan menuju pengakuan hak yang lebih adil bagi perempuan pesisir.grove dunia. Di balik angka itu berdiri perempuan-perempuan pesisir yang bekerja paling keras — namun paling sedikit diakui.

thumb-11
Perempuan di Garis Depan Restorasi Mangrove: Kunci Ketahanan Pesisir yang Sering Terlupakan

Perempuan bukan sekadar terlibat dalam restorasi mangrove, tetapi memimpin, mengelola, dan menjaga keberlanjutannya sebagai bagian penting dari ketahanan pesisir.

icon-2 Materi dan Edukasi

Yuk Kenali dan Jaga Alam

calendar-icon 19 Juni 2026

Indonesia menyimpan 20 persen mangrove dunia (3,44 juta hektare) yang menjadi benteng karbon biru, pelindung pesisir, dan sumber pangan bagi jutaan keluarga, dengan perempuan menyumbang lebih dari 80 persen tenaga pembibitan dan perawatan—namun ironisnya hanya memiliki 5–6 persen akses pelatihan dan 36 persen kontrol atas hasil penjualan bibit, akibat hambatan tenurial, dokumen kependudukan, dan minimnya suara di forum desa; meski begitu, regulasi baru seperti PP No. 27/2025 dan model sertifikat tanah responsif gender (3R) mulai membuka jalan menuju pengakuan hak yang lebih adil bagi perempuan pesisir.grove dunia. Di balik angka itu berdiri perempuan-perempuan pesisir yang bekerja paling keras — namun paling sedikit diakui.

calendar-icon 17 Juni 2026

Perubahan iklim semakin dirasakan oleh masyarakat pesisir, terutama perempuan yang berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan pengelolaan sumber daya pesisir. Artikel ini membahas pentingnya keadilan iklim dan keterlibatan perempuan dalam restorasi mangrove untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

calendar-icon 27 April 2026

RUU Keadilan Iklim penting untuk melindungi masyarakat pesisir, terutama perempuan nelayan, dari dampak perubahan iklim melalui perlindungan, bantuan, dan kebijakan yang lebih adil.

calendar-icon 27 April 2026

Langkah-Langkah Sederhana Memulihkan Lahan Mangrove yang Rusak

calendar-icon 27 April 2026

Pentingnya Membangun Usaha Olahan Berbasis Mangrove untuk Memperkuat Perempuan Pesisir

calendar-icon 27 April 2026

Kelompok simpan pinjam desa atau VLSA membantu perempuan di wilayah mangrove memiliki akses modal, memperkuat usaha kecil, dan mendorong ekonomi keluarga tanpa merusak lingkungan pesisir.

shape-4

Mitra dan Pendukung

shape-4
Kemendagri
KKP
KemenPPPA
Ford Foundation
CARE
Karsa
Traveloka Goodwill
AVPN
icon-2 Berita dan Kegiatan

Yuk Ikuti Berita & Kegiatan Terbaru

Menggerakkan Ekonomi Pesisir: Bantuan Sarana Pengolahan Produk Turunan Mangrove bagi Kelompok SOMANO Surabaya

19

Jun
2026

Laporan Pelaksanaan Triwulan IV, Oktober – Desember 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan sarana produksi pengolahan keripik, jenang, dan sirup mangrove kepada Kelompok Somano di Rungkut, Surabaya, pada Triwulan IV 2024 sebagai upaya menciptakan mata pencaharian alternatif di wilayah pesisir.

Memberdayakan Masyarakat Pesisir: Bantuan Sarana Pengolahan Produk Turunan Mangrove bagi KUB Bintang Laut Kabupaten Demak

19

Jun
2026

Laporan Pelaksanaan Triwulan IV, Oktober – Desember 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan sarana pengolahan produk turunan mangrove berupa tepung dan sirup kepada KUB Bintang Laut di Kabupaten Demak pada Triwulan IV 2024 sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pesisir.

Membangun Akses Air Bersih yang Inklusif dan Ramah Gender

12

Jun
2026

Air menjadi aspek penting bagi kehidupan dan juga merupakan hak bagi manusia. Dalam kajian yang disampaikan CARE International, disebutkan sekitar 2,6 miliar orang di dunia tidak memiliki akses air minum yang layak.

shape