preloader
thumb-1
shape-1
thumb-2
thumb-3

0+

Perempuan Pejuang Mangrove

icon-2 Tentang Kami

Temukan Perjalanan Perempuan Memperkuat Ketahanan Komunitas Melalui Restorasi Mangrove

Mengintegrasikan perempuan ke dalam program restorasi tidak hanya mempromosikan keadilan, tetapi juga meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan inklusivitas. Dengan memprioritaskan kepemimpinan perempuan dan mengatasi hambatan sistemik, upaya restorasi dapat menjadi model ketahanan masyarakat dan lingkungan.

0

Kelompok Perempuan

Rp 0 Juta

Modal Awal

0 %

Persentase Lokasi Tanam

Perempuan sebagai Agen dan Inisiator Pemulihan Lanskap (PERISAI) Mangrove

Menguatkan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membangun masa depan yang inklusif.

Situasi
  • Populasi perempuan 49,7% dari populasi dunia, dan 49.6% secara nasional

  • Krisis ekologi berdampak secara berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat

  • Peran kunci perempuan dalam pengelolaan sumber daya dan penghidupan keluarga di wilayah pesisir

  • Partisipasi perempuan belum diakui dalam banyak program sosial atau ekonomi formal

  • Suara perempuan masih terbatas dalam proses pengambilan keputusan di tingkat lokal, nasional, hingga global

Peran Strategis Perempuan
  • Kontribusi perempuan terhadap kegiatan pesisir sangat signifikan

  • Peran penting perempuan menjaga pesisir secara swadaya

  • Perempuan menjadi pemimpin perubahan

  • Perempuan diakui dalam berbagai kesepakatan internasional dan kebijakan nasional

  • Triple kolaborasi: restorasi mangrove, ekonomi lokal, dan pemberdayaan perempuan

Berbagai Kegiatan
  • Pelatihan kepemimpinan perempuan

  • Diseminasi hak perempuan dan kesetaraan gender

  • Pelatihan manajemen keuangan dan pembuatan kelompok simpan-pinjam berbasis komunitas

  • Pelatihan restorasi mangrove

  • Pelatihan ketahanan iklim

  • Pelatihan penguatan ekonomi perempuan

  • Advokasi kebijakan di berbagai level

  • Memperkuat jaringan para pejuang perempuan mangrove

Tiga Pilar Pendekatan
Platform Nasional Perempuan Mangrove
  • Penyediaan ruang belajar perempuan mangrove

  • Pengumpulan data praktik baik

  • Dokumentasi penuturan perempuan

  • Amplifikasi suara perempuan di berbagai level

Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) - VSLA (Village Saving Loan Association) Kelompok Usaha Simpan Pinjam
  • Tahap awal KUEP: pembelajaran mandiri secara individu dan kelompok dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha bagi perempuan

  • Integrasi penghidupan dan lingkungan: menabung, membangun usaha, serta melakukan pembibitan dan penanaman mangrove akan dilakukan oleh perempuan

  • Dampak berkelanjutan: peningkatan ketahanan pangan keluarga dan penguatan aksi kolektif di tingkat masyarakat yang dipimpin perempuan

Katalisasi Hasil, Kisah Sukses, dan Praktik Baik Strategi
  • Diskusi bersama pemangku kepentingan di berbagai tingkatan

  • Memperkuat peran perempuan lokal ke jaringan nasional dan internasional untuk perlindungan dan restorasi mangrove

  • Aksi bersama perempuan dan kelompok perempuan (dialog lintas komunitas dan wilayah)

icon-2 Perempuan Bicara

Cerita yang Menguatkan, Suara yang Menginspirasi

Setiap perempuan punya cerita. Di sini, mereka berani bicara, berbagi perjalanan, dan menginspirasi satu sama lain untuk tumbuh, bangkit, dan melangkah lebih jauh.

thumb-10

Berawal dari keprihatinan terhadap abrasi yang semakin mengancam pesisir, sekelompok perempuan di desa mereka mengambil inisiatif menanam mangrove secara rutin. Kegiatan yang dimulai dengan puluhan bibit kini telah menghijaukan kembali kawasan pantai dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda.

thumb-10

Dengan memanfaatkan hasil olahan mangrove secara berkelanjutan, para perempuan pesisir berhasil menciptakan produk bernilai ekonomi. Selain membantu meningkatkan pendapatan keluarga, mereka juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

thumb-10

Seorang perempuan muda yang tumbuh di kawasan pesisir memilih untuk kembali ke kampung halamannya setelah menempuh pendidikan. Ia menggerakkan program edukasi lingkungan yang mengajak anak-anak mengenal manfaat mangrove sebagai pelindung pantai dan habitat berbagai jenis satwa.

thumb-10

Melalui kerja sama dan semangat gotong royong, kelompok perempuan setempat berhasil mengubah lahan pesisir yang rusak menjadi kawasan mangrove yang produktif. Upaya mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.

  • Kesiapan infrastruktur sosial dan biofisik restorasi mangrove di Kabupaten Tojo Una-Una
  • 60 orang perempuan terlibat aktif dalam kegiatan peningkatan kapasitas kepemimpinan, restorasi mengrove dan penguatan ekonomi
  • 60 orang perempuan terlibat aktif dalam penguatan ekonomi lokal berbasis mangrove
  • Penguatan ekonomi keluarga

  • Data praktik baik dan pembelajaran
  • Ruang belajar komunitas
  • Konektivitas jejaring

  • Peningkatan Kapasitas perempuan untuk geotagging dan monitoring restorasi mangrove
  • Pusat Perawatan bibit mangrove (Nursery Center) – 50.000 bibit mangrove disiapkan dan ditanam oleh perempuan

  • Aksi restorasi mangrove dipimpin perempuan
  • Rekognisi partisipasi perempuan (lokal–global)
  • Dokumentasi hak tenurial perempuan pesisir
icon-2 Program 2026

Wujudkan Dampak Nyata Bersama