preloader
thumb-1
thumb

By Admin Perisai

20 Juli 2026

0 Komentar

32

Upaya Perempuan di Pesisir Paciran dan Cempa: Mengubah Hasil Laut Menjadi Peluang Cuan yang Menjanjikan

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah napas kehidupan. Namun, ketergantungan yang tinggi pada hasil tangkapan ikan mentah sering kali membuat ekonomi keluarga nelayan terombang-ambing seperti biduk di tengah badai. Fluktuasi pendapatan sangat terasa, terutama saat musim paceklik atau cuaca ekstrem melanda. Di tengah tantangan ini, muncul sebuah harapan baru melalui pemberdayaan perempuan nelayan di wilayah Paciran.

Potensi Tersembunyi di Balik Dapur Pesisir Selama ini, peran perempuan dalam keluarga nelayan sering kali hanya dipandang sebelah mata atau terbatas pada urusan domestik. Padahal, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil laut. Sayangnya, potensi ini sering terhambat oleh keterbatasan keterampilan teknis, kurangnya akses teknologi modern, serta minimnya pengetahuan tentang pemasaran digital.

Diversifikasi: Kunci Menambah Nilai Jual Melalui program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah, para perempuan yang tergabung dalam Paguyuban Perempuan Paciran Berdaya mulai diasah keterampilannya. Mereka tidak lagi sekadar menjual ikan atau udang mentah, tetapi melakukan diversifikasi produk.

Bahan baku lokal seperti rebon (udang kecil) disulap menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, di antaranya:
Sambal Rebon: Paduan rempah tradisional khas pesisir yang pedas dan gurih.

  • Terasi Berkualitas: Diolah melalui proses fermentasi yang terjaga untuk aroma yang kuat.

  • Peyek Rebon dan Rebon Goreng: Camilan renyah yang kini menjadi identitas kuliner khas Paciran.

Lebih dari Sekadar Memasak: Literasi Keuangan dan Digital Pemberdayaan ini tidak berhenti pada cara mengolah makanan. Para ibu nelayan ini juga dibekali dengan kemampuan manajemen usaha kecil, seperti pencatatan keuangan yang rapi dan strategi pemasaran online. Di era digital, kemampuan memasarkan produk lewat media sosial menjadi "senjata" baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar desa mereka.

Ibu-Ibu di desa Cempa Kecamatan Ulobungka Kabupaten Tojo Una-Una juga mengolah ikan nike yang banyak dijumapi di pesisir pantai. Ikan Nike, adalah sejenis ikan teri berukuran sangat kecil atau larva ikan dari keluarga Gobiidae yang biasa muncul musiman di perairan Sulawesi, termasuk Teluk Tomini di Kabupaten Tojo Una-Una. Ikan musiman ini sangat populer diolah menjadi hidangan khas dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Ini juga dapat menjadi potensi ekonomi yang sangat menjanjikan bagi mata pencaharian komunitas disana.

Warga desa Cempa sedang melakukan proses penggaraman nike sebelum di jemur keesokan harinya

Ikan nike yang ditangkap di perairan sekitar Kecamatan Ulubongka atau Kepulauan Togean biasanya diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti digoreng tepung, dibuat sambal, atau pepes. Selain lezat, ikan ini juga kaya akan kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk pertumbuhan.[1]

Ikan teri khas Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Nike Bongka, kembali menjadi primadona di musim tangkapan tahun ini. Hasil laut perairan Bongka tersebut tidak hanya digemari masyarakat Touna, namun juga diminati hingga ke luar daerah.[2]

Hasil Nyata yang Menginspirasi. Dampak dari program ini sangat signifikan. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan usaha mikro hingga 85% dan peningkatan kepercayaan diri sebesar 80%. Yang paling membahagiakan, sekitar 55% peserta melaporkan kenaikan pendapatan keluarga hingga lebih dari 30%. Perempuan di Paciran bukan sekadar penunggu kepulangan suami dari laut. Mereka telah menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi keluarga. Dengan kemandirian yang terbentuk, solidaritas sosial antarperempuan pesisir pun semakin kuat, menciptakan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.

Sumber Utama:


Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.