RAPAT DARING KKP, 24 JULI 2026 — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong penguatan peran perempuan pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Pembahasan Masukan dan Potensi Kolaborasi terhadap Platform PERISAI (Perempuan sebagai Agen dan Inisiator Pemulihan Lanskap) Mangrove. Pertemuan yang digelar secara daring pada Jumat, 24 Juli 2026 ini menjadi ruang diskusi strategis antara KKP, Yayasan Care Peduli (YCP), serta berbagai organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan nasional.

Platform PERISAI Mangrove dirancang sebagai ruang belajar digital sekaligus wadah kolaborasi nasional. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh pentingnya mendokumentasikan pengetahuan lokal serta praktik baik restorasi mangrove yang selama ini banyak diwariskan secara turun-temurun oleh perempuan pesisir. Melalui platform ini, berbagai komunitas diharapkan dapat saling terhubung, berbagi cerita sukses, serta mengakses peluang dukungan teknis dan pendanaan secara lebih luas.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja Kerja Sama Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Ibu Anita Setianingsih. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya integrasi data dan keberlanjutan dari platform digital ini agar dapat memberikan dampak yang nyata di tingkat nasional.
Menuju Basis Data Nasional Restorasi Mangrove
“Platform PERISAI Mangrove ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah dokumentasi, tetapi mampu bertransformasi menjadi basis informasi nasional mengenai seluruh kegiatan restorasi mangrove di Indonesia. Data yang terhimpun nantinya dapat mendukung kebutuhan informasi penting KKP, termasuk dalam pengembangan karbon biru, mendukung pengambilan kebijakan yang inklusif, serta memperkuat pelaporan kegiatan Pengarusutamaan Gender (PUG) di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Anita Setianingsih dalam arahannya.

Dalam sesi diskusi, para mitra pembangunan turut memberikan berbagai masukan penting demi penyempurnaan platform sebelum resmi diluncurkan. Sejumlah poin krusial yang disepakati antara lain perluasan cakupan peta interaktif hingga mencakup seluruh lokasi restorasi di Indonesia, penyiapan mekanisme kurasi data yang ramah bagi pengguna, hingga rencana pengembangan versi bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan platform ke tingkat internasional.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan (DJPK) bersama Yayasan Care Peduli akan melakukan pembahasan teknis intensif mengenai pengelolaan sistem dan rencana integrasi Platform PERISAI Mangrove ke dalam situs resmi KKP. Proses penyempurnaan fitur dan konten ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan, dengan persiapan peluncuran resmi yang dijadwalkan pada medio Agustus hingga September 2026. Dengan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan lembaga mitra pembangunan, platform ini diharapkan menjadi basis informasi nasional yang solid untuk mendukung kebijakan ekonomi biru serta pelaporan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Indonesia, sekaligus mengamplifikasi suara, kepemimpinan, dan aksi nyata perempuan pesisir dalam menjaga benteng hijau nusantara.
Artikel ini disusun oleh Soka Handinah berdasarkan Laporan Kegiatan Yayasan Care Peduli — Rapat Pembahasan Masukan dan Potensi Kolaborasi Platform PERISAI Mangrove, 24 Juli 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.