preloader
thumb-1
thumb

By Admin Perisai

30 Juli 2026

0 Komentar

15

Perempuan Desa Cempa Bangun Pusat Pembibitan Mangrove, Wujud Nyata Program PERISAI Mangrove

TOJO UNA-UNA, SULAWESI TENGAH — Yayasan Care Peduli (YCP) bersama Karsa Institute, dengan dukungan Ford Foundation serta kolaborasi Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, sukses menggelar kegiatan penyiapan sarana pembibitan sekaligus pelatihan mangrove di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung pada 13 hingga 16 April 2026, dan proses pemeliharaan bibit terus berjalan sejak saat itu dengan harapan dapat berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar utama program PERISAI Mangrove bertajuk “Penguatan Perempuan untuk Restorasi Mangrove: Empowering Women, Restoring Mangroves”.

Ibu-ibu sedang bekerjasama untuk menyiapkan polybag untuk benih mangrove

Program ini menempatkan perempuan pesisir sebagai aktor utama sekaligus inisiator dalam pemulihan lanskap mangrove, sekaligus menguatkan kapasitas mereka untuk mengelola potensi bisnis berbasis lingkungan guna meningkatkan pendapatan keluarga sebagai basis penguatan ketahanan iklim. Melalui Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) Karang Lau dan Vatumulee, para perempuan dibekali pengetahuan teknis mulai dari pengumpulan propagul matang, persiapan media tanam lumpur di dalam polybag, hingga metode penyemaian yang memanfaatkan pasang surut air laut. Mereka juga membangun sarana nursery center atau pusat persemaian di desa, yang turut didukung oleh pemerintahan desa setempat.

Guna menunjang keberhasilan kegiatan restorasi, proses pembibitan ini mengadopsi metode berbagi pengalaman dan pembelajaran langsung dengan kelompok perempuan mangrove dari Likupang, yang diwakili oleh Ibu Djida Lamani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bibit yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan daya tahan tinggi, dengan target tingkat kelulushidupan (survival rate) mencapai di atas 80 persen saat kelak dipindahkan ke pantai.

Sinergi Lapangan dan Suara Perempuan Desa Cempa

Program Manager YCP, Ambar Subekti, bersama Fasilitator Lapangan Iwan Hamid, memantau langsung jalannya kegiatan di lokasi persemaian kelompok. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong penguatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan atas pengelolaan sumber daya alam lokal, terutama sumber daya pesisir.

Area tanam benih mangrove yang telah dikembangkan oleh Kelompok Perisai Mangrove Desa Cempa

Semangat perubahan ini dirasakan langsung oleh warga setempat. Siti Rahma, salah satu anggota Kelompok Perisai Mangrove Desa Cempa yang menjadi peserta aktif, menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya program ini. “Kami perempuan di Desa Cempa kini paham cara menjaga garis pantai dari kerusakan, dan juga belajar melihat peluang ekonomi baru dari penjualan bibit berkualitas ini untuk membantu keuangan rumah tangga,” ujarnya di sela-sela aktivitas penyemaian.

Sebagai rencana tindak lanjut untuk mendukung keberlanjutan operasional “bank bibit” ini, kelompok peserta akan mendapatkan dukungan tambahan peralatan lapangan. Alat pengamanan diri untuk operasional tersebut mencakup sepatu jungle boot dan sarung tangan, serta alat siram atau gembor untuk mengoptimalkan perawatan bibit sehari-hari — bekal penting agar semangat perempuan Desa Cempa dalam menjaga pesisir terus tumbuh bersama bibit-bibit mangrove yang mereka rawat.

Artikel ini disusun oleh Soka Handinah berdasarkan Laporan Kegiatan Yayasan Care Peduli — Program PERISAI Mangrove, Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, April 2026.

Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

shape-31